Beranda / Artikel Salayok / Ya Rabb, Jagalah Kami Dari Kesesatan

Ya Rabb, Jagalah Kami Dari Kesesatan

Hati adalah hal yang paling sulit untuk dijaga. Buat menjadikannya senantiasa berada di atas petunjuk kita harus kerahkan segenap tenaga. Doa adalah satu hal yang tidak boleh kita lupakan. Perhatianlah firman Allah di awal-awal surat Ali Imran, disana ada ayat yang mengadung do’a untuk menjaga hati, Allah berfirman:

وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ ، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 7-8)

Perhatikan, siapakah gerangan orang-orang yang memanjatkan do’a itu? Mereka bukan orang biasa, tapi mereka adalah orang-orang yang kokoh dan mendalam ilmu agama mereka, punya rasa takut kepada Allah, penuh dengan ketaatan.

Pelajaran pentingnya adalah seandainya saja orang-orang yang memiliki ilmu agama yang kokoh masih khawatir tergelincir pada kesesatan sehingga mereka sangat butuh dengan penjagaan Allah, maka orang-orang biasa yang memiliki sedikit ilmu agama seperti kita lebih patut untuk memanjatkan do’a ini dan senantiasa mengulang-ulangnya. Karena kita tidak punya cahaya sedang fitnah mengelilingi.

Maka, sadarilah kadar diri kita, kita bukanlah orang yang kokoh dalam ilmu. Sangat layak kita memanjatkan do’a itu dan doa yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi: 3522)

Oleh sebab itu, setiap hari dan terlebih pada waktu-waktu mustajab, panjatkanlah dua do’a yang agung ini. Mudah-mudahan Allah melindungi kita dari kesesatan dan memberikan keistiqomahan dalam hidayah dan kebenaran sampai ajal menjemput kita.

Tentang Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan bahasa Arab 2 tahun dan pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H/2017M.

Check Also

Sudahkah Orang Tua Mendoakan Anaknya?

Setiap muslim tentu berharap mempunyai anak yang shalih dan shalihah. Sayangnya, kita terkadang lupa atau …

Tulis Komentar

WhatsApp chat