JABIR BIN ABDILLAH – KETIKA ANDA BERPUASA

Seorang sahabat yang mulia, Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma pernah mengatakan:

إِذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُكَ وَ بَصَرُكَ وَ لِسَانُكَ عَنِ الكَذِبِ وَ الآثَمِ، وَ دَعْ أَذَي الخَادِمِ، وَ لْيَكُنْ عَلَيْكَ وَقَارٌ وَ سَكِيْنَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَ لاَ تَجْعَلْ يَوْمَ صِيَامِكَ وَ فِطْرِكَ سَوَاء

“Jika kamu berpuasa maka puasakanlah juga pendengaranmu, penglihatanmu dan perkataanmu dari kedustaan dan segala dosa. Hindarkanlah dari menyakiti pelayanmu. Jadikanlah dirimu penuh kewibawaan dan ketenangan di hari puasamu. Janganlah kau jadikan hari puasamu sama dengan hari berbukamu.” (Shahih Muslim: 1116) alih bahasa atsar: Fahmi Idris, Bekasi

____________________

Memang demikianlah seharusnya, ketika kita tengah berpuasa pada hakikatnya kita tidak hanya menghalangi diri dari makan dan minum saja. Banyak hal yang mesti kita jauhi, sesuatu yang dibulan biasa haram dan terlarang maka dibulan Ramadhan jauh lebih haram.

Ramadhan adalah kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri. Dengan berpuasa kita berusaha menjadi lebih baik. Oleh sebab itu perintah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tatkala ada orang lain yang menghina dan mencoba menghidupkan api kemarahan kita, cukuplah dengan mengatakan aku sedang berpuasa. Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:

إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلا يَرْفُثْ ، وَلا يَجْهَلْ ، فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ

“Apabila seorang dari kalian tengah berpuasa maka janganlah ia mengucapkan ucapan yang keji dan melakukan perbuatan bodoh. Apabila ada seorang yang menghina dan mengutuknya maka hendaklah ia mengatakan: ‘Aku sedang berpuasa.'” (HR. Bukhari: 1894, Muslim: 1151)

Maka dari itu, marilah menjadi seorang yang benar-benar mewujudkan puasa yang sesungguhnya. Menahan diri dari segala bentuk dosa.

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Pendiri dan pengasuh Maribaraja. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah. Kemudian melanjutkan ke Universitas Imam Muhammad bin Su'ud Arab Saudi cabang Asia Tenggara (LIPIA Jakarta) Jurusan Syariah. Mengajar di Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
WhatsApp Yuk Gabung !