Salafus Shalih di Ramadhan – Tidak Tidur Setelah Shalat Subuh

Di bulan Ramadhan, mungkin karena semalam letih melakukan shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, ditambah lagi harus bagun untuk sahur, sehingga banyak di antara kita ini yang akhirnya tidur setelah shalat subuh untuk menambal kekurangan tidur kita tersebut. Padahal waktu pagi setelah subuh hingga terbit matahari adalah waktu yang sangat berharga. Di luar bulan Ramadhan saja berharga apalagi di bulan Ramadhan. Imam Ibnul Qayyim mengatakan:

“Hal yang makruh menurut mereka (para ulama): tidur antara selesai shalat subuh hingga terbit matahari. Karena itu adalah waktu ghanimah.”[1]

“Waktu ghanimah” yaitu waktu meraup kebaikan yang banyak. Karena itulah para Salafus Shalih sangat perhatian dalam hal ini. Di antara-nya sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnu Abi Syaibah, dari Urwah bin Zubair, ia menuturkan:

كَانَ الزُّبَيْرُ يَنْهَى بَنِيْهِ عَنِ التَّصَبُّحِ

“Zubair bin al-Awwam a melarang anak-anak-nya untuk tidur di waktu setelah subuh.”[2]

Bahkan diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ia melihat salah seorang anaknya tidur pada waktu subuh maka ia pun mengatakan:

قُمْ، أَتَنَامُ فِي السَّاعَةِ الَّتِي تُقَسَّمُ فِيْهَا الأَرْزَاقُ؟!

“Bangun!! Apakah engkau akan tidur di waktu rezeki sedang dibagikan.”[3]

Lantas bagaimana potret Salafus Shalih setelah subuh pada bulan Ramadhan? Bukankah mereka juga manusia seperti kita yang merasakan letih dan kurang tidur, bahkan mungkin keletihan dan rasa kantuk pada mereka lebih dari kita karena mereka menghidupkan malam Ramadhan dengan sangat maksimal mengalahkan kita, mereka hanya tidur sedikit saja. Disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali bahwa:

كَانَتْ عَائِشَةُ s تَقْرَأُ فِي المُصْحَفِ أَوَّلَ النَّهَارِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ ، فَإِذَا طَلَعَتِ الشَّمْسُ نَامَتْ

Aisyah biasa membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf pada awal siang (pagi hari setelah subuh) di bulan Ramadhan. Apabila telah terbit matahari maka ia pun tidur.[4]

Ternyata beginilah salah satu cara Salafus Shalih untuk mensiasatinya. Membaca Al-Qur’an dengan melihat mushaf, karena jika membaca dari hafalan tentu sangat mudah membuat mereka kalah oleh kantuk. Oleh karena itu pelajaran bagi kita, bahwa selepas subuh hingga matahari terbit usahakan jangan tidur. Lakukan hal-hal yang bermanfaat, lebih afdhal lagi yang bernilai ibadah. Rasa kantuk yang dirasa tahan sebentar, kalau pun mau tidur lakukanlah setelah matahari terbit seperti yang dilakukan oleh Aisyah di atas yang penting jangan tidur setelah shalat subuh.

Baca juga Artikel

Ramadhan Mubarak

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

_________________________________

[1]     Madariju As-Salikin: 1/324

[2]     Al-Mushannaf25442

[3]     Al-Adabu Asy-Sya’iyyah: 3/147

[4]     Lathaif Al-Ma’arif: 222

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
WhatsApp chat