Asal Kata Setan (Syaithan)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsirnya[1] mengatakan:

Setan (Syaithan) dalam bahasa Arab adalah pecahan kata dari شَطَنَ  yang bermakna بَعُدَ  yaitu jauh.  Setan itu jauh tabiatnya dari tabiat manusia dan dia jauh dengan kefasikannya dari semua kebaikan. Ada pula yang mengatakan bahwa asal katanya adalah شَاطٍ (yang terbakar) karena dia merupakan makhluk yang berasal dari api. Dan diantara mereka ada pula yang mengatakan bahwa kedua pendapat ini benar dari sisi makna.

Yang lebih tepat, Setan adalah pecahan kata dari بَعُدَ yaitu jauh. Oleh karena itulah, segala sesuatu yang membangkang baik dari kalangan Jin, manusia maupun hewan dinamakan dengan Setan. Allah berfirman:

 وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS. Al-An’am: 112)

Disebutkan dalam musnad Imam Ahmad dari Abu Dzar radhiallahu anhu, ia mengatakan: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَا أَبَا ذَرٍّ، تَعَوَّذْ بِالله مِنْ شَيَاطِيْنِ الإِنْسِ وَالجِنِّ ، فَقُلْتُ : أَوْ لِلْإِنْسَانِ شَيَاطِنُ ؟ قَالَ : نَعَمْ

Wahai Abu Dzar berlindunglah kepada Allah dari setan-setan manusia dan jin. Aku bertanya: Apakah syaithan ada yang berasal dari golongan manusia? Beliau menjawab: Ya. (HR. Ahmad: 5/178)

Dan di dalam Shahih Muslim, juga dari Abu Dzar ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

يَقْطَعُ الصَّلَاةَ المَرْأَةُ وَالحِمَارُ وَالكَلْبُ الأَسْوَدُ ، قُلْتُ : يَا رَسُوْلُ الله، مَا بَالُ الكَلْبِ الأَسْوَدِ مِنَ الأَحْمَرِ وَالأَصْفَرِ؟ فَقَالَ : الكَلْبُ الأَسْوَدُ شَيْطَانٌ

“Yang dapat memutus shalat adalah wanita, keledai, dan anjing hitam. Aku bertanya: Wahai Rasululullah, apa bedanya anjing hitam dengan anjing merah (coklat) dan anjing kuning? Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Anjing hitam adalah setan.” (HR. Muslim: 265)

Baca juga Artikel

Apakah Jin Dan Setan Beranak Pinak?

Zahir Al-Minangkabawi

Follow fanpage maribaraja KLIK

Instagram @maribarajacom

Bergabunglah di grup whatsapp maribaraja atau dapatkan broadcast artikel dakwah setiap harinya. Daftarkan whatsapp anda  di admin berikut KLIK

_________________________________________________

[1] Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim: 1/62-63 dengan sedikit ringkas

Zahir Al-Minangkabawi

Zahir al-Minangkabawi, berasal dari Minangkabau, kota Padang, Sumatera Barat. Setelah menyelesaikan pendidikan di MAN 2 Padang, melanjutkan ke Takhasshus Ilmi persiapan Bahasa Arab 2 tahun kemudian pendidikan ilmu syar'i Ma'had Ali 4 tahun di Ponpes Al-Furqon Al-Islami Gresik, Jawa Timur, di bawah bimbingan al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc hafizhahullah dan lulus pada tahun 1438H. Sekarang sebagai staff pengajar di Lembaga Pendidikan Takhassus Al-Barkah (LPTA) dan Ma'had Imam Syathiby, Radio Rodja, Cileungsi Bogor, Jawa Barat.

Related Articles

Back to top button
WhatsApp Yuk Gabung !