Beranda / Keluarga dan Pendidikan Anak / Sudahkah Putra Kita Shalat di Masjid?

Sudahkah Putra Kita Shalat di Masjid?

Masjid Rumah Allah ﷻ

Masjid adalah rumah Allah ﷻ, tanah yang paling dicintai oleh-Nya, markas dan tempat berkumpulnya kaum muslimin selama lima waktu, tempat bersatunya kaum muslim di dalam ibadah dan tauhid, menjadi kuatnya barisan kaum muslim dan menjadi takutnya musuh Allah ﷻ.

Allah ﷻ menyifati orang kafir jauh dari masjid, bahkan membenci dan memusuhinya. Dia berfirman:

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَنْ يَعْمُرُوا مَسَاجِدَ اللَّهِ شَاهِدِينَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ بِالْكُفْرِ أُولَئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ وَفِي النَّارِ هُمْ خَالِدُونَ

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di dalam neraka. (QS. at-Taubah: 17)

Sebaliknya, Allah ﷻ menyifati orang mukmin, sebagai orang yang memakmurkan masjid dengan shalat di dalamnya, menyampaikan ilmu dan amal ibadah lainnya. Allah berfirman:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آَمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآَتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. at-Taubah: 18)

Sudahkan Putra Kita Shalat Di Masjid?

Rasulullah ﷺ menganjurkan kita sebagai orang tua agar mengajari anak kita shalat ketika masih berumur tujuh tahun, dan mencambuknya jika enggan shalat sedangkan dia berumur sepuluh tahun. Sabrah bin Ma’bad al-Juhani رضي الله عنه berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ

“Perintahkanlah anak-anak untuk mengerjakan shalat, apabila telah berumur tujuh tahun. Dan apabila telah berumur sepuluh tahun, maka pukullah dia karena meninggalkannya.” (Hasan Shahih, HR. Abu Dawud: 494)

Banyak anak dari para sahabat shalat di masjid. Bahkan Rasulullah membawa cucunya, al-Hasan dan al-Husain di masjid. Ini adalah uswah dan tuntunan beliau ﷺ yang banyak dilupakan oleh umat Islam pada zaman sekarang. Anak sudah berumur lebih dari 10 tahun jarang shalat di masjid. Bahkan terkadang mereka tidak shalat!! Inilah yang sering kita saksikan di masjid. Sehingga jamaah yang berada di dalamnya hanyalah kaum tua yang sudah mendekati ajalnya, sedangkan generasi muda jarang kita dapati kecuali hanya beberapa gelintir di beberapa masjid. Ini adalah kesalahan orang tua yang tidak bertanggung jawab atas ibadah anaknya.

Faedah Anak Shalat Di Masjid

Tidaklah Allah ﷻ memerintah hamba yang beriman agar shalat berjamaah di masjid, demikian juga Rasulullah ﷺ memerintah umatnya agar shalat di masjid melainkan pasti banyak faedahnya, di antara faedah anak shalat di masjid:

• Orang tua berlepas diri dari tanggungannya di hadapan Allah ﷻ dan lepas dari dosa setelah memerintah anaknya shalat di masjid.

Ibnu Taimiyyah رحمه الله berkata: “Barangsiapa yang memiliki budak, anak yatim, dan anak kecil, lalu mereka tidak diperintah shalat, sungguh akan dihukum ketika sudah besar bila masa kecilnya tidak shalat, dan perlu dita’zir (dihukum) dengan ancaman yang keras, karena dia bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Masa’il fi ash-Shalat, Ibnu Taimiyyah 22/51)

• Orang tua akan mendapat pahala karena membiasakan putranya shalat di masjid.
Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ اْلإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا“

“Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk (kebajikan), maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun. (HR. Muslim: 6980)

• Anak di dalam penjagaan Allah ﷻ sepanjang hari.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللهِ فَلا يَطْلُبَنَّكُمْ اللهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa shalat Shubuh (berjamaah) maka dia berada di dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, jangan sampai Allah menuntut sesuatu dari kalian sebagai imbalan jaminannya sehingga Allah menangkapnya dan menyungkurkannya ke dalam neraka Jahannam.” (HR. Muslim: 1050, Bab; Keutamaan Shalat Isya’ dan Shubuh dengan Berjamaah)

• Anak ketika dewasa akan keluar dari kelompok munafik dan orang kafir.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلاةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian yang ada di antara kita dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya, maka dia kafir.” (HR. Ahmad: 23639, dishahihkan oleh al-Albani)

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ أَثْقَلَ صَلاةٍ عَلَى الْمُنَافِقِينَ صَلاةُ الْعِشَاءِ وَصَلاةُ الْفَجْرِ. وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

“Tidak ada shalat yang lebih berat bagi orang-orang munafik daripada shalat Shubuh dan shalat Isya’. Seandainya mereka mengetahui apa (kebaikan) yang ada pada keduanya, tentu mereka akan mendatangi keduanya walaupun dengan merangkak.” (HR. Bukhari: 106)

Simpanan Orangtua Di Akhirat

Sepatutnya sebagai orangtua memberi semangat kepada anak agar berbuat kebajikan, agar punya simpanan pahala kelak yang dapat dipetik orang tuanya besok di hari kematiannya, juga oleh anaknya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali dari tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak shalih yang mendoakan untuknya.” (Shahih, HR. at-Tirmidzi: 1376, Ahkam al-Jana’iz (176), al-Irwa’ no. 1980)

Pendorong Anak Agar Shalat Di Masjid

• Hendaknya orang tua menjadi contoh bagi putranya. Dengan menjalankan shalat berjamaah di masjid dan mengajak anaknya tatkala anak sudah berumur tujuh tahun. InsyaaAllah, anak akan semangat dengan semangat orang tuanya.

Allah ﷻ mengingatkan hamba yang hanya pandai berbicara tetapi tidak bisa memberi contoh yang baik. Allah berfirman:

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ

Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS. ash-Shaff: 3)

• Hendaknya orang tua mendahulukan urusan akhiratnya daripada urusan dunia, agar anak mewarisi akhlak orang tuanya yang selalu mementingkan ibadah. Tidak sebaliknya, keberadaannya menjadi orang yang rakus dunia dan tercela. Allah ﷻ berfirman:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal… (QS. al-A’la: 16-17)

• Hendaknya bersabar ketika menyuruh anak ke masjid. Sebab, terkadang mereka merasa berat dan mogok. Hendaknya memerintah dengan lembut. Allah ﷻ berfirman:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)

• Hendaknya anak diistirahatkan dari hal yang menjadikan mereka berat berangkat shalat jamaah di masjid. Misalnya ketika malam hari, hendaknya mereka segera tidur pada awal malam sehingga tidak merasa keberatan bangun menjalankan shalat shubuh dengan berjamaah.

• Mendoakan anak agar mereka menjadi orang yang menegakkan shalat, karena doa sangat penting untuk mencapai tujuan yang kita inginkan. Allah ﷻ berfirman:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. (QS. Ibrahim: 40)

Demikianlah sekelumit nasihat yang dapat kami tuliskan. Semoga bermanfaat untuk kita semua dan semoga anak kita semua menjadi anak yang shalih dan shalihah, ahli shalat dan ibadah yang sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ. Aamiin…

Tentang Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc

Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron, Lc adalah mudir Ma'had Al-Furqon Al-Islami Srowo, Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Beliau juga merupakan penasihat sekaligus penulis di Majalah Al-Furqon dan Al-Mawaddah

Check Also

Tatkala Anak Kita Mulai Bisa Bicara

Anak adalah rahmat Ilahi buat orang tua dan penyejuk hati mereka. Berapa banyak orang tua …

Tulis Komentar

WhatsApp chat